Elektron yang tidak ku butuhkan

Sepertinya sudah cukup elektron yang dibutuhkan oleh tubuh ini untuk menghasilkan ATP jadi mungkin jika terlalu berlebih hanya akan membuat aura negatif semakin kuat, ya untuk bagian ini memang belum atau bahkan tidak dijelaskan secara ilmiah sih.

Hanya saja aku yakin bahwa semua itu tentang energi dan hebatnya otak mampu mengontrol semua itu. maaf jika banyak kata aku yang akan tertulis disini. Karena ini tentang kisahku.

Memilih kuliah di luar negri, harapan sudah terlihat dengan nyata, ingin memiliki kehidupn yang lebih baik dan menambah pengalaman hidup. Kurangnya persiapan untuk mengenal medan yang baik, terkadang membuatku merasa tidak mampu. Padahal dimanapun aku  harus tetap mempersiapkan mental. Menurutku Kata mental  inilah yang paling menantang.

Bukan sekedar bagaimana bertahan hidup dengan materi namun bagaiamana tetap mampu terseyum dan bersyukur disamping desas desus kehidupan.  Jika aku bertahan dengan cara hidupku yang lama itu hanya akan membuat diriku tersudut. Oh mengeluh ini itu hanya karena terlalu banyak komentar negatif yang kudapatkan. hingga aku lupa untuk mencintai dan menghargai diri sendiri.

Lihatlah bagaimana saat engkau sma dengan sekarang, saat sma baju tinggal dikasih di laundry, belajar memang harus membaca  lalu merangkum, makan sudah ada yang menyiapkan, tempat tinggal ada rumah orang tua, uang tinggal minta, mau pergi belanja yang deket rumah naik motor dong biar praktis. Jap, semuanya sudah tersedia.

Dan bandingkan dengan sekarang:

Nggak nyuci yaudah ga punya baju deh, males jalan kaki buat belanja, mau makan apa siapa yang bakal masakin, halo kamu sendiri ngga lagi kayak dulu. Belajar pusingnya ga cuma banyak buat merangkum tapi untuk memaahami dan membacanya saja sudah harus berkali kali apalagi ini bahasa asing, Rumah ? Aduh kayaknya bakalan jauh kalo harus bolak balik rumah kampus (beda benua jua) otomatis yaps ngontrak, itu pun harus nulis email lebih dari 40 dan nunggu berbulan bulan bahkan sampai setahun. uang ? tentu orang tua masih kirim tapi gak mungkin sepenuhnya aku minta orang tua, jadi part timeku bisa nutup uang kontrakan.

Jauh bedanya, tuntutannya lebih berat yang kedua kan? tapi kok masih betah

ini alasannya:

Aku tipe orang yang terlalu pemikir apa yang orang lain pikirkan tentangku bisa membuatku stress dan khawatir terlebih komentar negatif. selama delapan belas tahun aku hidup disana aku berkembang di lingkungan yang penuh judgement dan sindiran. Jujur saja disini juga berat untuk menerima komentar, bedanya adalah komentar disini diberikan untuk membangun dan komentar yang dahulu aku dapatkan justru membuat aku merasa rendah dan tidak berguna. Tapi kini aku mulai percaya pada diriku, diantara masih lumayan banyaknya komentar yang menjatuhkan dari lingkungan yang hampir sama, aku justru berdiri lebih tegak. Sudah seharusnya kata terimakasih terlontar karena mereka mau menyediakan waktunya untuk menilai diriku.

Dan aku bangga karena aku masih bisa hidup dan bersyukur serta memiliki cita cita yang baik pula. Mungkin masih banyak yang disana yang masih mencari tujuan hidupnya, kelak aku akan membantu mereka yang membutuhkan peralatan medis terutama bagi mereka yang tidak sempurna secara fisik. aku harus lebih banyak memberi kontribusi ku untuk mereka yang menunggu hasil dari pencapaian ku.